Rekaman diskusi “Islam Dan Sains” Andy Octavian Latief (Juara Dunia IPhO Olimpiade Fisika Internasional)

Bismillah
Pada kesempatan kali ini penulis ingin share
Rekaman MP3 Wawancara antara Radio Muslim dengan Andy Octavian Latief M.Sc (Juara 1 se islam dan sainsdunia IPhO Olimpiade Fisika Internasional 2006, S1 UI, S2 di Amerika Serikat, S3 di Inggris) Tentang Awal Mula Beliau Mengenal Dakwah Sunnah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah Manhaj Salaf Sebelum Hampir Beliau Menjadi Atheis

Silakan di download dan di dengarkan terlebih dahulu.

Link Download

Atau jika ingin membaca rincian dialognya bisa dibaca di:

Islam dan Sains Modern (Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja, M.A. dan Akh Andy Octavian Latief, M.Sc)

Penulis sendiri awalnya mengenal dan mengagumi sosok Akh Andy (Andy Octavian Latief) dari membaca buku Yohanes Surya tentang anak indonesia yang bisa meraih juara 1 Gold Medal di IPhO Olimpiade Fisika Internasional tahun 2006 dan mengalahkan semua pesaingnya dari seluruh dunia.

Kemudian saat penulis berada di Amerika Serikat mengikuti pertukaran pelajar AFS YES tahun 2011 dan saat itu penulis baru awal awal mengenal dakwah sunnah aqidah ahlus sunnah wal jamaah dengan pemahaman shahabat (manhaj salaf) ini. Penulis atas ijin Allah secara tidak sengaja menemukan rekaman ini di Internet dan ketika selesai mendengarkan rekaman ini penulis semakin mantap mengikuti manhaj salaf ini.

Lalu saat penulis memulai kuliah di Jogja tahun 2013, ternyata akh Andy juga tinggal di jogja di kampung pogung yang sama dengan tempat kos penulis. Walhasil penulis sangat senang bisa bertemu dengan idola penulis. Kami pun cukup akrab dan sering ikut mengikuti pengajian salaf di Jogja bersama-sama, seperti kajian Mahad Ilmi, Ust. Aris Munandar, Ust. Afifi Abdul Wadud, dan Ust. Zaid Susanto.

Ternyata saat itu beliau keluar dari kuliah S3 Physics Science di Amerika Serikat akibat kuliahnya condong ke pemahaman aliran filsafat yang senang mengambil pendapat orang orang barat utamanya ilmuwan yunani kuno seperti aristoteles, plato, socrates yang banyak menyimpang dari ajaran islam dan mengarah ke pemahaman atheis.

Jadi di dalam rekaman ini dijelaskan perjuangan akh Andy menemukan jalan islam yang benar ketika beliau hampir saja keluar dari Islam dan menjadi atheis.

Caranya adalah dengan menggunakan metode komparatif dan eliminasi, beliau membandingkan seluruh agama baik Islam, kristen, hindu, budha, konghucu, sikh, zoroaster dll, mana yang kemungkinan paling besar adalah agama yang benar, dan membuang kemungkinan agama yang kelihatan jelas salahnya.

Lalu setelah beliau yakin bahwa agama islam adalah agama yang benar beliau membandingkan seluruh aliran yang ada di Islam dan menyeleksi mana yang merupakan aliran yang benar dan merupakan jalan yang lurus menuju surga. Akhirnya beliau memutuskan bahwa manhaj salaf aqidah ahlus sunnah wal jamaah yang berpegang teguh pada Al Quran dan As Sunnah dan dipahami sesuai dengan pemahaman shahabat inilah jalan yang benar.

Bagaimana Kita Mengetahui Manakah Aliran/Jalan Yang Benar?

Jawabannya adalah kita lihat bagaimana cara aliran itu dalam memahami dan menafsirkan dalil Al Qur’an dan As Sunnah, apakah tujuan yang ingin dicapai, dan apakah prinsip dasar yang dipegang, serta bagaimana sejarah dari munculnya aliran itu.

Maka jika kita sudah melakukan itu semua, insyaAllah dengan mudah kita bisa mengetahui yang mana Islam yang benar.

Manhaj salaf berpegang teguh pada Al Qur’an dan Al Hadits, yang dipahami dengan pemahaman Salafush Shalih (Shahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in). Manhaj artinya jalan atau prinsip, sedangkan salaf maksudnya generasi salafush shalih 3 generasi islam yang pertama. Tujuan manhaj salaf adalah menegakkan Tauhid dan ajaran islam sesuai Al Qur’an dan As Sunnah. Prinsip manhaj salaf adalah mengembalikan semua permasalahan pada dalil Al Qur’an dan As Sunnah. Sejarah manhaj salaf adalah sejarah Islam itu sendiri, karena manhaj salaf adalah nama lain dari ahlussunnah wal jamaah itu sendiri, yang dulu awalnya islam hanya ada ahlus sunnah dan syiah (melebihkan Ali Ibn Abi Thalib Radhiyallahu anhu dari Rasulullah Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam). Ajaran yang didakwahkan manhaj salaf selalu berdasar dalil ilmiah dari Al Qur’an dan As Sunnah, tidak membuat ajaran baru (bid’ah), tidak ada taklid buta pada kiai, ustadz ataupun imamnya, tidak memberontak pada pemerintah muslim dan mengkafirkan kaum muslimin, serta tidak pula mempertahankan tradisi yang bertentangan dengan ajaran islam.

Jika kita mempelajari sejarah islam akan kita dapatkan bahwa aqidah yang diikuti oleh para ahli hadits seperti Al Bukhari, Muslim, Tirmidzi, An Nasai, dan lainnya serta imam 4 Madzhab: Imam Abu Hanifah (Hanafi), Imam Malik (Maliki), Imam syafii, dan Imam Ahmad ibn Hambal (Hambali), mereka semua mengikuti manhaj salaf yang ajarannya terus didakwahkan oleh ulama-ulama penerusnya, seperti imam nawawi, ibnul jauzi, ibnul qoyyim, syeikh muhammad ibn abdul wahab, dan seterusnya hingga sampai ke indonesia, didakwahkan oleh para ustadz, seperti ustadz abdullah hadrami, ustadz aris munandar, ustadz yazid, ustadz firanda dan lainnya, yang kiranya akan berlanjut didakwahkan ajarannya hingga sampai hari kiamat

Muhammad Firdaus – Di antara guyuran hujan di kota yogyakarta, 18 Juni 2016

Share
6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *