Lembaga Pemerintah Bidang Sains dan Riset Kemenristekdikti

Bismillah.
Mungkin di antara para pembaca, Sahabat Muslim Ilmiah sekalian ada yang bercita-cita untuk menjadi seorang ilmuwan, profesor ataupun seorang peneliti di Indonesia. Jika demikian hendaknya sahabat harus tahu dan paham mengenai lembaga-Lembaga Pemerintah Bidang Sains dan Risetlembaga pemerintah yang berurusan dengan sains dan riset / penelitian di Indonesia. Jadi jika ingin berkarir di suatu bidang tertentu sudah tahu harus ke mana mencari informasinya. Karena itulah pada kesempatan kali ini penulis akan membahas tentang lembaga lembaga pemerintah bidang sains dan riset yang berada di bawah koordinasi Kementrian Riset, Teknologi , Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI )

Lembaga Lembaga Pemerintah Bidang Sains dan Riset di bawah koordinasi Kemenristekdikti RI

Artikel ini memberi penjelasan mengenai Lembaga Lembaga Pemerintah Bidang Sains dan Riset yang berada di bawah koordinasi Kementrian Riset, Teknologi , Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI ). Kemenristekdikti RI [http://ristekdikti.go.id] yang pada tahun 2016 ini diketuai oleh Menteri Muhammad Nasir, adalah kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang menyelenggarakan urusan di bidang riset, teknologi, dan pendidikan tinggi. Kemenristekdikti ini berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

Salah satu Tugas, Fungsi, Kewenangan dari Kemenristek Dikti adalah mengkoordinasikan LPNK (Lembaga Pemerintahan Non Kementrian) di Bidang Sains dan Riset sebagai berikut:
 

  1. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) [lipi.go.id]
  2. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) [lapan.go.id]
  3. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) [www.bppt.go.id]
  4. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) [www.batan.go.id]
  5. Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) [www.bapeten.go.id]
  6. Badan Informasi Geospasial (BIG) [big.go.id]
  7. Badan Standardisasi Nasional (BSN) [www.bsn.go.id]

Rincian tugas dan area penelitian masing-masing lembaga sains dan riset:

1. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

LIPI melaksanakan tugas pemerintahan di bidang penelitian ilmu pengetahuan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Area Penelitian:

• Pangan dan Kesehatan
o Molecular farming pasca genomik
o Obat berbasis keanekaragaman hayati
o Bioteknologi
• Ilmu Teknik
o Pertahanan dan keamanan
o IT, telekomunikasi dan elektronik
o Transportasi bersih
o Radar pengawasan
o Baterai Lithium
o Advanced Material dan Nanoteknologi
• Ilmu Kebumian
o Penginderaan jauh
o Budidaya dan perikanan
o Ekosistem laut dan konservasi
o Eksplorasi sumber daya alam
o Gempa dan mitigasi bencana
• Keanekaragaman Hayati dan Lingkungan
o Eksplorasi dan pemanfaatan keanekaragaman hayati
o Domestikasi flora dan fauna
o Energy bersih dan terbarukan
o Pasokan air yang berkelanjutan
• Ilmu Sosial dan Humaniora
o Demografi dan populasi
o Kebijakan dan good governance
o Otonomi daerah
o Konflik dan persaingan
o Ketahanan dan daya saing daerah dan masyarakat pesisir

2. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)

LAPAN melaksanakan tugas pemerintahan di bidang penelitian dan pengembangan kedirgantaraan dan pemanfaatannya.
Area Penelitian:
• penginderaan jauh
• teknologi dirgantara
a. 2.1.1 Roket Pendorong Sonda
b. 2.1.2 Satelit
c. 2.1.3 Pesawat Transportasi
d. 2.1.4 LAPAN Surveillance UAV (LSU)
e. 2.1.5 LAPAN Surveillance Aircraft (LSA)

• sains antariksa
• kebijakan dirgantara

3. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

BPPT melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pengkajian dan penerapan teknologi

Intermediasi Teknologi
• Memfasilitasi hubungan, keterkaitan, jejaring, kemitraan antara dua pihak atau lebih dalam rangka pemanfaatan hasil perekayasaan teknologi.
• Memberikan akses bagi industri, instansi pusat / pemda dan masyarakat untuk memanfaatkan sumberdaya iptek dari BPPT atau lembaga iptek lainnya dari dalam dan luar negeri.

Technology Clearing House
Melakukan “clearance test” bagi teknologi sebagai otoritas atau pendukung dalam menyatakan bahwa suatu teknologi “laik” atau tidak untuk diterapkan di Indonesia atau untuk konteks tertentu di Indonesia (misalnya berdasarkan tujuan perlindungan kepentingan masyarakat dan lingkungan hidup dari segi keselamatan, kesehatan, keamanan bagi manusia/masyarakat dan/atau kelestarian lingkungan hidup).

Pengkajian Teknologi
Melakukan studi multidimensi yang sistematis tentang suatu teknologi untuk menghasilkan pemahaman tentang tingkat kesiapan/kematangan suatu teknologi (TRL-technology readiness level), perkiraan nilai (value) dari suatu teknologi sebagai suatu asset intelektual (knowledge / intellectual asset) beserta peluang dan tantangan / risikonya, perkiraan dampak teknologi yang telah diterapkan / jika (yang akan) diterapkan, dan/atau implikasi strategi / kebijakan atau advis / rekomendasi kebijakan pada tataran organisasional ataupun publik.

Audit Teknologi
Melakukan suatu studi yang sistematis dengan prosedur legal terstandar untuk mengevaluasi, membandingkan dan/atau memeriksa suatu teknologi atau suatu penerapan teknologi terhadap (berdasarkan) standar atau ketentuan persyaratan/kriteria tertentu

Solusi Teknologi
• Memberikan advis teknologi
• Memfasilitasi atau mengimplementasikan penerapan teknologi
• Memberikan pelayanan teknis di bidang teknologi
• Melaksanakan pembinaan teknologi

4. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)

BATAN melaksanakan tugas pemerintahan di bidang penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan tenaga nuklir.
Area Penelitian:
1. Energi
2. Industri
3. Lingkungan
4. Kesehatan dan Obat Obatan
5. Keselamatan dan Keamanan
6. Pertanian dan Peternakan

5. Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN)

BAPETEN bertugas melaksanakan pengawasan terhadap segala kegiatan pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia melalui peraturan perundangan, perizinan, dan inspeksi sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku
Area Penelitian:
Pembuatan Peraturan
BAPETEN bertanggung jawab dalam pembuatan peraturan dan ketentuan keselamatan. Mewakili pemerintah, BAPETEN bekerjasama dengan Dewan Perwakilan Rakyat dalam membuat peraturan pemerintah yang berkaitan dengan penggunaan sumber radiasi yang aman. BAPETEN juga membantu Presiden Republik Indonesia dalam membuat Keputusan Presiden.
Sebagai badan pengawas, BAPETEN telah mengeluarkan tidak kurang dari 30 rekomendasi dan petunjuk keselamatan dalam menggunakan tenaga nuklir. Semua peraturan dan petunjuk tersebut bisa didapat di situs internet BAPETEN.
Perizinan
Dilarang menggunakan tenaga nuklir tanpa izin terlebih dahulu dari BAPETEN. Sampai bulan Juni 2005, BAPETEN telah mengeluarkan 3162 izin untuk kegiatan industri, 2958 izin untuk kegiatan medis dan 3383 surat izin bekerja bagi Petugas Proteksi Radiasi.
BAPETEN terus berusaha untuk meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan radiasi, karena banyak pengguna tenaga nuklir yang belum memberitahu BAPETEN tentang kepemilikan dan penggunaan bahan radioaktif dan alat pemapar radiasi mereka.
Inspeksi
BAPETEN melaksanakan inspeksi pengawasan untuk memastikan kepatuhan pengguna terhadap ketentuan keselamatan yang dibuat dalam peraturan dan kondisi izin.

6. Badan Informasi Geospasial (BIG)

Badan Informasi Geospasial (disingkat BIG), sebelumnya bernama Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (disingkat Bakosurtanal), adalah lembaga pemerintah nonkementerian Indonesia yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang informasi geospasial.
Area Peneltian:
• Jaring Kontrol Geodesi
• Peta Rupabumi
• Peta Kelautan
• Atlas
• Peta Tematik
• Dokumen Standar
• Buku Geospasial
• Jasa Survei dan Pemetaan
• Jasa Diklat

7. Badan Standardisasi Nasional (BSN)

Badan Standardisasi Nasional merupakan Lembaga pemerintah non-kementerian Indonesia dengan tugas pokok mengembangkan dan membina kegiatan standardisasi di negara Indonesia. Jadi badan BSN ini yang mengeluarkan logo SNI pada suatu produk.

Standar Nasional Indonesia ( SNI) adalah satu-satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia yang dirumuskan oleh Komite Teknis Perumusan SNI dan ditetapkan oleh BSN. Penerapan SNI pada dasarnya bersifat sukarela. Namun untuk keperluan melindungi kepentingan umum, keamanan negara, perkembangan ekonomi nasional, dan pelestarian fungsi lingkungan hidup, pemerintah dapat memberlakukan SNI tertentu secara wajib.

Suatu produk yang sudah memenuhi SNI akan diberi Tanda SNI. Apabila SNI untuk produk tertentu telah diwajibkan, produk yang tidak bertanda SNI tidak boleh diedarkan atau diperdagangkan di wilayah RI. Sedangkan suatu produk yang berada di luar daftar yang wajib, Tanda SNI berfungsi sebagai tanda bahwa produk tersebut memiliki keunggulan (value added), tapi tidak melarang peredaran produk sejenis yang tidak bertanda SNI. Dibawah ini adalah daftar produk yang sudah diwajibkan untuk memenuhi SNI :

Daftar Produk yang wajib SNI:

Kementerian Riset,Teknologi juga mengkoordinasikan, dan mengelola lembaga-lembaga sebagai berikut :
1. Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK) Serpong
2. Lembaga Biologi Molekuler Eijkman (Lembaga Eijkman) (LBME)
3. Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPA IPTEK)
4. Agro Techno Park (ATP) Palembang
5. Business Technology Center (BTC)

Penutup

Alhamdulillah, sekarang insyaAllah pembaca sekalian sudah paham mengenai tugas dan area penelitian dari lembaga lembaga pemerintah bidang sains dan riset yang berada di bawah Kemenristekdikti RI. Sekarang jika ingin mencari info tentang bidang sains atau penelitian tertentu sudah tahu harus mencari ke mana. Penulis sendiri sudah pernah berkunjung dan belajar di Batan Yogyakarta dan Batan PUSPIPTEK Serpong. Pesan penutup dari penulis, mari kita belajar dan meneliti demi menciptakan masa depan yang cerah bagi kaum muslimin, meneliti tidak hanya demi mewujudkan kebahagiaan di dunia namun juga kebahagiaan di akhirat.

Muhammad Firdaus – Yogyakarta, 27-28 Juni 2016
Referensi:
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Kementerian_Riset,_Teknologi,_dan_Pendidikan_Tinggi_Republik_Indonesia
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Lembaga_Ilmu_Pengetahuan_Indonesia
3. https://id.wikipedia.org/wiki/Lembaga_Penerbangan_dan_Antariksa_Nasional
4. https://id.wikipedia.org/wiki/Badan_Pengkajian_dan_Penerapan_Teknologi
5. http://www.bppt.go.id/profil/tugas-dan-fungsi/peran-dan-ruang-lingkup
6. https://id.wikipedia.org/wiki/Badan_Tenaga_Nuklir_Nasional
7. http://www.batan.go.id/index.php/id/
8. https://id.wikipedia.org/wiki/Badan_Pengawas_Tenaga_Nuklir
9. http://www.bapeten.go.id/?page_id=1132
10. https://id.wikipedia.org/wiki/Badan_Informasi_Geospasial
11. http://big.go.id/
12. https://id.wikipedia.org/wiki/Badan_Standardisasi_Nasional
13. http://www.bsn.go.id/main/sni/isi_sni/39

Share
6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *