Mari Berpikir Kritis Dan Ilmiah Dalam Memahami Ajaran Islam

Bismillahirrahmanirrahim.

Sebelum penulis memulai menjelaskan isi artikel, perlu diketahui dan dipahami oleh pembaca bahwa:

Dakwah Islam = Dakwah Sunnah = Dakwah Salaf/Manhaj Salaf = Dakwah Ahlus Sunnah wal Jamaah

Dakwah Islam = Dakwah Sunnah = Mengikuti ajaran Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam (link)

Dakwah Islam = Dakwah Ahlus Sunnah Wal Jamaah = Mengajak mengikuti Sunnah dan Menjadi Jamaah, Golongan yang Berada pada jalan yang benar

Dakwah Islam = Dakwah Salaf/Manhaj Salaf = Mengajak mengikuti pemahaman Shahabat Radhiyallahu anhum ajma’in

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat garis dengan tangannya kemudian bersabda: ‘Ini jalan Allah yang lurus.’ Lalu beliau membuat garis-garis di kanan kirinya, kemudian bersabda: ‘Ini adalah jalan-jalan yang bercerai-berai (sesat) tak satu pun dari jalan-jalan ini kecuali di dalamnya terdapat syaitan yang menyeru kepadanya.’ Selanjutnya beliau membaca firman Allah Jalla wa ’Ala: ‘Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan oleh Allah kepadamu agar kamu bertaqwa.’” [Al-An’aam: 153] (Hadits shahih riwayat Ahmad (I/435, 465), ad-Darimy (I/67-68), al-Hakim (II/318), Syarhus Sunnah oleh Imam al-Baghawy (no. 97), dihasankan oleh Syaikh al-Albany dalam as-Sunnah libni Abi Ashim (no. 17))

Namun untuk memahami Al Qur’an dan Al Hadits dibutuhkan suatu metode yang juga harus valid yaitu Ijma’ (Kesepakatan dan pemahaman dari Para Shahabat Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam, radhiyallahu anhun ajma’in).

Hadits Mu’awiyah bin Abi Sufyan :

إِنَّ مَنْ قَبْلَكُمْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ اِفْتَرَقُوْا عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً، وَإِنَّ هَذِهِ الْمِلَّةَ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ: ثِنْتَانِ وَسَبْعُوْنَ فِي النَّارِ، وَوَاحِدَةٌ فِي الْجَنَّةِ، وَهِيَ الْجَمَاعَةُ.

“Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari ahlul Kitab telah berpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan sesungguhnya agama ini (Islam) akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, tujuh puluh dua golongan tempatnya di dalam Neraka dan satu golongan di dalam Surga, yaitu al-Jama’ah.”

(HR. Abu Dawud (no. 4597), Ahmad (IV/102), al-Hakim (I/128), ad-Darimy (II/241), al-Aajury dalam asy-Asyariah, al-Laalikaaiy dalam as-Sunnah (I/113 no.150). Dishahihkan oleh al-Hakim dan disepakati oleh Imam adz-Dzahabi dari Muawiyah bin Abu Sufyan.  Dishahihkan oleh Syaikh al-Albany. Lihat Silsilatul Ahaadits Shahihah (no. 203 dan 204).)

Dalam riwayat lain disebutkan:

كُلُّهُمْ فِي النَّارِ إِلاَّ مِلَةً وَاحِدَةً: مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِيْ.

“Semua golongan tersebut tempatnya di Neraka, kecuali satu (yaitu) yang aku dan para Shahabatku berjalan di atasnya.”

(HR. At-Tirmidzi (no. 2641) dari Shahabat Abdullah bin Amr, dan di-hasan-kan oleh Syaikh al-Albany dalam Shahihul Jami (no. 5343).)

Daftar Isi

  1. Pembukaan
  2. Daftar Isi
  3. Metode Penulis dalam Menuntut Ilmu
  4. Alasan Penulis Berani Menulis Artikel Tentang Islam
  5. Alasan Penulis Membuat Sebuah Website Muslim Ilmiah
  6. Dakwah Salaf Bukanlah Dakwah Kelompok (Hizbi)
  7. Keadaan Masyarakat Muslim / Kaum Muslimin di Indonesia
  8. Berbagai Aliran / Kelompok Islam dan Pemahamannya
  9. Mari Berpikir Ilmiah Dalam Memahami Ajaran Islam
  10. Allah Menjaga dan Menjamin Kesucian Kota Makkah dan Madinah
  11. Apa Itu Salafi Wahabi?
  12. Para Dai / Ustadz Ahlus Sunnah Wal Jamaah Bermanhaj Salaf
  13. Penutup

7.1. Berbagai Aliran / Kelompok Islam di Dunia

7.2. Berbagai Aliran / Kelompok Islam yang Hanya Ada di Indonesia

8. Berpikir Ilmiah Dalam Memahami Ajaran Islam

9. Penjelasan Tentang Salafi Wahabi

10. Daftar Ustadz / Dai Bermanhaj Salaf di Indonesia

11. Penutup

Bagaimana Metode Penulis Dalam Menuntut Ilmu

Penulis tekankan bahwa penulis bukanlah seorang alim ulama ataupun ustadz. Namun penulis insyaAllah cukup paham dengan ajaran islam yang lurus setelah menuntut ilmu agama melalui:

  1. Mengikuti Pengajian secara langsung dan bertanya pada Ustadz-Ustadz yang sudah terpercaya keilmuannya sejak SMA kelas 2 sampai sekarang akhir kuliah S1 Teknik Nuklir UGM.
  2. Mendengarkan kajian ustadz-ustadz yang terpercaya keilmuannya melalui kajian.net dan menonton video islami di yufid.tv
  3. Membaca kitab-kitab ulama timur tengah maupun buku-buku ulama Indonesia yang terpercaya keilmuannya. Terkhusus dalam masalah: Tauhid, Hadits/Sunnah, Bid’ah, Manhaj, Fiqih, Sejarah Islam, Kisah-kisah Nyata dan Motivasi Islami
  4. Membaca artikel-artikel islami yang ada di internet hanya pada situs dengan kredibilitas keilmuan islam yang terpercaya, yang bisa ditemukan dengan melakukan pencarian / searching di yufid.com
  5. Saling tukar pendapat dengan teman-teman lain yang sudah mengenal dakwah sunnah dan ikut mengikuti pengajian salaf

 

Mengapa Penulis Berani Menulis Artikel Tentang Islam Padahal Bukan Seorang Ustadz ?

Berikut Biografi Penulis: Link
Seluruh Artikel, baik yang sudah di-publish maupun yang insyaAllah akan disusun ke depannya oleh penulis adalah artikel yang penulis benar-benar sudah merasa mantap memahami masalah tersebut dan masalah yang dibahas juga sudah sering penulis dengar dari kajian-kajian, dan sering penulis baca di berbagai kitab maupun buku.

Dalam seluruh artikel yang membahas masalah agama islam, sumber artikel rujukan untuk referensi penulisan keseluruhannya hanya menggunakan website yang terpercaya kredibilitas keilmuwan islamnya dan hanya searching di www.yufid.com tanpa sekalipun memakai www.google.com.

Penulis juga berusaha pada setiap tulisan yang dibuat oleh penulis itu bukan masalah yang terjadi khilafiyyah (terjadi perbedaan pendapat di kalangan para ulama) di dalamnya.

Mengapa Penulis Memutuskan Membuat Sebuah Website Muslim Ilmiah?

Karena setelah sekitar 5 tahun mengenal dan belajar tentang dakwah ahlus sunnah wal jamaah dengan pemahaman salafush shalih (manhaj salaf) dan mempelajari berbagai aliran baik di Indonesia maupun di dunia. Penulis menemukan bahwa dakwah manhaj salaf ini adalah dakwah islam yang murni disampaikan oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam, tanpa tambahan, tanpa pengurangan, dan tanpa pengubahan penafsiran menurut pendapat seseorang ataupun kelompok. Dakwah salaf adalah dakwah yang sangat amat ilmiah. Semua masalah dibahas pasti dengan menggunakan dasar dalil Al-Qur’an, Hadits, maupun Ijma’ Shahabat (Kesepakatan Para Shahabat). Tidak ada taqlid (fanatik) buta pada pendapat kiai, ustadz maupun imam kelompok. Tidak membuat suatu ajaran baru yang dibuat-buat menyerupai ajaran islam (Bid’ah).

wahabi

Dakwah Salaf Bukanlah Dakwah Kelompok (Hizbi)

Karena dakwah manhaj salaf ini bukanlah dakwah suatu golongan yang mengajak untuk bergabung mengikuti suatu kelompok /organisasi (Hizbi). Dakwah salaf adalah dakwah Islam itu sendiri, mengajak mengikuti ajaran islam yang murni dibawa oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam. Dakwah salaf tidak memiliki suatu pimpinan imam tertentu yang harus berbaiat untuk bergabung, tidak ada cara mendaftar untuk bergabung, dan tidak bisa dikeluarkan dari keanggotaan oleh keputusan bersama anggota yang lain. Dakwah salaf ya dakwah ajaran islam itu sendiri, jika seorang manusia adalah seorang muslim, percaya dan mengikuti aturan islam dari Al-Qur’an dan Al Hadits, maka dia otomatis menjadi seorang ahlus sunnah wal jamaah, otomatis menjadi pengikut manhaj salaf atau biasa disebut SALAFI/SALAFIYAH, yang sering diselewengkan, dicoreng namanya menjadi WAHABI, serta dituduh dan dikatakan bahwa WAHABI itu haus darah kaum muslimin. Padahal tuduhan tersebut adalah untuk Khawarij.

Jika anda membaca tuduhan semacam ini pada dakwah salaf maka JANGAN PERCAYA. Para musuh-musuh islam melakukan demikian agar banyak manusia, banyak kaum muslimin yang takut dari mendengar namanya saja dan tidak mau mengenali bagaimana sebenarnya isi ajaran yang didakwahkan dari “WAHABI”itu.

Bahkan jika kita mau belajar sejarah islam kita akan menemukan bahwa ajaran islam yang dianut oleh para ulama terdahulu, imam Madzhab yang empat, yaitu Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafii, Imam Ahmad Bin Hambal adalah manhaj salaf. Begitu juga dengan para ahli hadits seperti Imam Al Bukhari, Imam Muslim, At Tirmizi, An Nasai, Syeikh Al Albani, dan yang lain semuanya mengikuti manhaj salaf.

Keadaan Masyarakat Muslim Di Indonesia

Namun kenyataannya di indonesia masih banyak yang belum mengenal ajaran dakwah ini. Banyak kaum muslimin yang secara tidak sadar melakukan kesyirikan dan kebid’ahan. Masih banyak yang hanya berislam KTP, bahkan mengira bahwa aliran Islam hanya ada dua NU (Nadhlatul Ulama) dan Muhammadiyah, selain itu adalah sesat. Padahal kalau kita mau melihat ke dalam ajaran NU dan Muhammadiyah ada banyak hal yang tidak sesuai dengan ajaran Nabi Shalallahu alaihi wa Sallam.

Jika masih belum yakin, penulis ingin bertanya, apa ada dakwah ajaran NU dan Muhammadiyah di Kalangan Internasional? Apa ada di lingkungan luar negeri yang masyarakatnya tidak berhubungan sama sekali dengan negara indonesia yang menjadi pengikut ajaran NU atau Muhammadiyah?

Namun saya tidak mengatakan bahwa NU dan Muhammadiyah adalah suatu aliran sesat yang menyimpang. Yang saya maksudkan disini mari kita belajar mengenal islam secara ilmiah.

Berbagai Aliran Islam Dan Pemahamannya

Aliran Islam di dunia ini amat sangat banyak misal beberapa aliran yang pemikirannya tersebar di dunia termasuk di Indonesia:

  1. Ahlus Sunnah wal jamaah/Manhaj Salaf (Mengikuti Sunnah dan menjadi jamaah di atas jalan yang benar / mengikuti pemahaman shahabat dalam berislam, Golongan islam pertengahan ),
  2. Syiah / Rafidhah (Melebihkan Ali bin Abi Thalib dan Imam imam mereka yang 12 dibandingi Rasulullah. Berpendapat Al-Qur’an tidak otentik. Berpendapat para shahabat banyak yang kafir setelah Rasulullah meninggal),
  3. Sufi dengan berbagai tarekatnya (Misal Tarekat Naqsabandiyah dan lainnya / kesemua tarekat itu memiliki kesyirikan dan cara beribadah bid’ah sendiri-sendiri yang bermacam-macam),
  4. Khawarij (Mengafirkan kaum muslimin di luar golongan mereka, memberontak pemeirintah muslim, berperang tanpa ilmu, misal: ISIS)
  5. Murjiah (Percaya bahwa amal bukan termasuk bagian dari iman, berpendapat bahwa maksiat tidak mengurangi iman)
  6. Ikhwanul Muslimin (PKS/Tarbiyah, mencampurkan antara dakwah sunnah dan bid’ah sufi),
  7. Jamaah Tabligh (berdakwah (khuruj) tanpa ilmu Al-Qur’an dan As Sunnah, banyak menyebarkan bid’ah sufi)
  8. Mu’tazilah (Islam Akal/Logika, jika menurut mereka ada dalil yang bertentangan dengan dalil maka mereka menolak dalil dan memenangkan logika),
  9. Filsafat / Orientalis (Memahami ajaran islam dengan pendapat filsuf yang banyak menyimpang, liberal dan cenderung atheis)
  10. Qodariyah (Menolak Taqdir, mereka percaya bahwa manusia memiliki kekuatan sendiri secara penuh tanpa terikat taqdir Allah)
  11. Jabariyah (Bergantung pada Taqdir, mereka percaya bahwa manusia tidak memiiki kekuatan apapun untuk mengubah taqdir)
  12. Jahmiyah (Menolak sifat-sifat Allah, menyamakan Allah dengan makhluk)
  13. Asy’ariyah / Kullabiyah (Membatasi sifat sifat Allah dengan bilangan tertentu, misal dua puluh (Wujud, Qidam, Baqa’ dan seterusnya))
  14. Liberal (Berpendapat bahwa semua agama memiliki surga masing-masing. Berpendapat Islam bukanlah satu satunya agama yang benar. Menyamakan antara Islam dengan agama yang lain)
  15. Hizbut Tahrir (cenderung mirip dengan khawarij namun tidak terlalu ekstrim)
  16. Aliran-aliran Islam Yang memiliki kesalahan dalam memahami Asma’ (Nama) dan Sifat Allah, dengan melakukan Tahrif (Mengubah), Ta’thil (Menolak), Takyif (Membagaimanakan), Tamtsil (Memisalkan/Menyerupakan).

Dan aliran-aliran islam lainnya

Beberapa Aliran yang hanya ada di Indonesia saja, termasuk pemikirannya yang sudah tecampur beberapa aliran di atas.

  1. Nadhlatul Ulama (Mengikuti sunnah bercampur pemahaman sufi dan tradisi jawa dan hindu budha)
  2. Muhammadiyah (Mengikuti sunnah namun tidak secara menyeluruh)
  3. MTA (Mengikuti sunnah menurut pemahaman imam mereka dan berbaiat tunduk patuh pada imam)
  4. LDII (Mengikuti sunnah menurut pemahaman imam mereka dan berbaiat tunduk patuh pada imam)
  5. PKS (Mengikuti Ikhwanul Muslimin / Tarbiyah)
  6. Islam Kejawen (Menggabungkan ajaran islam dengan tradisi jawa)

Mari Berpikir Ilmiah Dalam Memahami Ajaran Islam

Setelah mengetahui berbagai jenis golongan dan aliran Islam maka untuk mengetahui mana aliran Islam yang benar perlu kita teliti secara ilmiah apakah ajaran aliran itu adalah ajaran yang benar-benar dibawa oleh Nabi Muhammad Shalalallahu alaihi wa sallam dan diikuti oleh para shahabat? Apa aliran tersebut keyakinannya sama dengan yang diikuti oleh imam 4 madzhab ahlus sunnah yaitu Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafii, Imam Ahmad Bin Hambal? Apa aliran tersebut keyakinannya sama dengan yang diikuti oleh para ahli hadits seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, At Tirmizi, An Nasai dan lainnya? Mari berpikir ilmiah wahai kaum muslimin.

Jika kita dalam masalah sains saja harus selalu berpikir ilmiah, dengan logika jernih dan referensi lengkap yang terpercaya. Maka kenapa kita dalam masalah agama tidak demikian juga? Kenapa dalam masalah agama malah hanya ikut-ikutan masyarakat umum?Atau ada yang malah kenapa ikut-ikutan pemahaman barat?

Allah Menjaga dan Menjamin Kesucian Kota Makkah dan Madinah

Islam itu berasal dari tanah Arab, Makkah dan Madinah, dan Allah telah menjamin akan menjaga kota kesucian kota Makkah dan Madinah sampai hari kiamat. Bahkan Dajjal pun tidak bisa memasukinya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ رَبَّ هَٰذِهِ الْبَلْدَةِ الَّذِي حَرَّمَهَا وَلَهُ كُلُّ شَيْءٍ ۖ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Makkah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri” [an Naml/27:91].

Dengan seizin Allah, Makkah akan tetap dalam perlindunganNya, dan menjadi negeri aman tenteram. Hal ini sebagai wujud Allah telah mengabulkan doa Nabi Ibrahim. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ الْأَصْنَامَ

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata : “Ya Rabb-ku, jadikanlah negeri ini (Mekkah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala”. [Ibrahim/14:35]

Aku akan keluar dan menelusuri muka bumi. Tidaklah aku membiarkan suatu daerah kecuali pasti aku singgahi dalam masa empat puluh malam selain Makkah dan Thoybah (Madinah Nabawiyyah). Kedua kota tersebut diharamkan bagiku. Tatkala aku ingin memasuki salah satu dari dua kota tersebut, malaikat menemuiku dan menghadangku dengan pedangnya yang mengkilap. Dan di setiap jalan bukit ada malaikat yang menjaganya.” (HR. Muslim no. 2942)

Apa Itu Salafi Wahabi?

Maka mengapa malah ada yang berkata dakwah salaf yang ajarannya didakwahkan ulang oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab di Makkah dan tanah Arab dan mayoritas penduduk Arab Saudi sudah mengikutinya dengan sebutan AJARAN WAHABI. Menyebut dakwah yang disebarkan oleh para Ustadz Ilmiah Berpendidikan Tinggi lulusan Universitas Islam Madinah, Ummul Quro’ dan pondok di timur tengah lainnya dengan DAKWAH WAHABI dan ustadz tersebut mendapat label sebutan USTADZ WAHABI, juga menyebut negara arab sebagai NEGARA WAHABI. Ini adalah usaha musuh musuh Islam yang bertujuan untuk menakut-nakuti kaum muslimin agar tidak mau belajar memahami hakikat sebenarnya dari apakah yang dimaksud wahabi itu. Tidak mau mengkaji bagaimana isi dari kitab-kitab tulisan Muhammad Bin Abdul Wahab dan pemahaman yang beliau ajarkan dan sebarkan pada kaum muslimin. Sungguh beliau adalah seorang yang sangat berjasa pada perkembangan dakwah ahlus sunnah wal jamaah di jaman modern ini.

Jika anda membaca tuduhan semacam ini pada dakwah salaf maka JANGAN PERCAYA. Sungguh sebutan wahabi ini untuk mengaburkan kaum muslimin tentang mana ajaran yang benar dan sangat tidak Ilmiah.

Para Dai / Ustadz Ahlus Sunnah Wal Jamaah Bermanhaj Salaf

Dakwah salaf ini tersebar secara internasional, baik di Asia, Eropa, Amerika Serikat, Afrika, Asia dan Australia, tersebar di seluruh pelosok dunia termasuk Indonesia didakwahkan oleh para da’I penyampai kebenaran. Para Ustadz baik lulusan timur tengah yang memiliki gelar Lc. (S1), M.A. (S2), dan DR. (S3), seperti Ust. DR. Erwandi Tarmizi, Ust.Firanda M.A, Ustadz Abdullah Taslim, M.A., Abdullah Zaen, Lc., MA, Ust.Zaid Susanto Lc, DR. Ali Musri Semjan Putra, M.A, Ustadz Abu Yahya Badrussalam, Lc, DR. Muhammad Arifin bin Badri, M.A, DR.Syafiq bin Riza Basalamah M.A., dan lainnya, juga para ustadz lulusan pondok salaf di Indonesia seperti Ustadz Aris Munandar M.Si juga lulusan dari universitas bermanhaj salaf di Indonesia, seperti SDIT Jember.

Berikut daftar ustadz bermanhaj salaf dan website ustadz tersebut:

https://rumaysho.com/600-situs-para-ustadz-rujukan-bertanya-tentang-islam.html

https://www.facebook.com/notes/abdul-wahid/riwayat-pendidikan-sebahagian-dai-ustadz-salafiyin-indonesia-/563920053634702/

Penutup

Penulis ingin mengajak dan menyadarkan kaum muslimin untuk berpikir ilmiah dalam beragama Islam. Penulis ingin agar seluruh masyarakat, khususnya dari kalangan intelektual, para mahasiswa, dosen, ilmuwan, cendikiawan muslim lainnya untuk melek tentang dakwah ini dan mengikuti ajaran Al-Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman salafush shalih.

Muhammad Firdaus – Yogyakarta, 20 Juni 2016

Artikel Rujukan

  1. http://ukhuwahislamiah.com/kelompok-kelompok-menyimpang-dari-islam/
  2. https://rumaysho.com/3105-mengenal-salaf-dan-salafi.html
  3. https://almanhaj.or.id/2908-perpecahan-sebagai-sunnah-kauniyah.html
  4. https://buletin.muslim.or.id/manhaj/berpegang-teguh-dengan-sunnah-nabi
  5. https://muslim.or.id/10-apa-itu-wahabi-1.html
  6. https://almanhaj.or.id/1780-pengertian-wahabi-dan-siapa-muhammad-bin- abdul-wahhab.html
  7. https://almanhaj.or.id/2578-keutamaan-kota-suci-mekkah.html
  8. https://rumaysho.com/2605-keutamaan-tanah-haram-makkah292.html
Share
6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *