Aliran Islam di Indonesia dan Dunia

Jika pembaca sekalian mau membuka mata dan kritis dalam masalah agama maka akan pembaca ketahui bahwa keadaan agama islam sekarang terpecah belah menjadi banyak sekali golongan dan aliran islam. Seperti di indonesia saja ada: Salafiyah (Manhaj Salaf/Ahlus sunnah wal jamaah/Sunni), NU, Muhammadiyyah, PKS (Ikhwanul Muslimin/tarbiyah), PERSIS, Al Irsyad, HTI, LDII, JT, JIL, MTA, Jim, Sufi tarekat naqsabandiyah, Syiah, dan lain-lain. Belum lagi aliran-aliran islam di dunia, seperti ISIS, Islam Komunis, Islam Liberal, Qodariyah, Jabariyah, dan  lain-lain.

Jika kita dalam masalah sains saja harus selalu berpikir ilmiah, dengan logika jernih dan referensi lengkap yang terpercaya. Maka kenapa kita dalam masalah agama tidak demikian juga? Kenapa kita tidak mau berpikir ilmiah dalam masalah agama? Kenapa dalam masalah agama malah hanya ikut-ikutan masyarakat umum?Atau ada yang malah kenapa ikut-ikutan pemahaman barat yang liberal?

Maka jika dalam masalah dunia saja kita harus berusaha mencari kebenaran seperti apakah makna sukses yang sebenarnya, apakah teori yang saya pelajari di kuliah ini benar adanya, maka hendaknya dalam masalah akhirat kita pun harus juga demikian. Kita harus menelaah secara ilmiah apakah islam adalah agama yang benar, jika kita sudah yakin islam adalah agama yang benar, maka islam seperti apakah yang benar-benar islam, dan aliran islam mana yang benar.

Karena itu dalam artikel ini penulis mengajak pembaca untuk mengenal berbagai Golongan dan Aliran Islam di Indonesia dan Dunia. serta petunjuk untuk mengetahui Golongan atau Aliran islam mana yang benar.

 

Berbagai Golongan dan Aliran Islam di Indonesia dan Dunia

Golongan dan aliran Islam di dunia ini amat sangat banyak. misal beberapa golongan aliran yang pemikirannya tersebar di dunia termasuk di Indonesia:

  1. Ahlus Sunnah wal jamaah / Sunni / Manhaj Salaf (Mengikuti Sunnah dan menjadi jamaah di atas jalan yang benar / mengikuti pemahaman shahabat dalam berislam)
  2. Syiah / Rafidhah (Melebihkan Ali bin Abi Thalib dan Imam imam mereka yang 12 dibandingi Rasulullah. Berpendapat Al-Qur’an tidak otentik. Berpendapat para shahabat banyak yang kafir setelah Rasulullah meninggal),
  3. Sufi dengan berbagai tarekatnya (Misal Tarekat Naqsabandiyah dan lainnya / kesemua tarekat itu memiliki kesyirikan dan cara beribadah bid’ah sendiri-sendiri yang bermacam-macam),
  4. Khawarij (Mengafirkan kaum muslimin di luar golongan mereka, memberontak pemeirintah muslim, berperang tanpa ilmu, misal: ISIS)
  5. Murjiah (Percaya bahwa amal bukan termasuk bagian dari iman, berpendapat bahwa maksiat tidak mengurangi iman)
  6. Ikhwanul Muslimin (PKS/Tarbiyah, mencampurkan antara dakwah sunnah dan bid’ah sufi),
  7. Jamaah Tabligh (berdakwah (khuruj) tanpa ilmu Al-Qur’an dan As Sunnah, banyak menyebarkan bid’ah sufi)
  8. Mu’tazilah (Islam Akal/Logika, jika menurut mereka ada dalil yang bertentangan dengan dalil maka mereka menolak dalil dan memenangkan logika),
  9. Filsafat / Orientalis (Memahami ajaran islam dengan pendapat filsuf yang banyak menyimpang, liberal dan cenderung atheis)
  10. Qodariyah (Menolak Taqdir, mereka percaya bahwa manusia memiliki kekuatan sendiri secara penuh tanpa terikat taqdir Allah)
  11. Jabariyah (Bergantung pada Taqdir, mereka percaya bahwa manusia tidak memiiki kekuatan apapun untuk mengubah taqdir)
  12. Jahmiyah (Menolak sifat-sifat Allah, menyamakan Allah dengan makhluk)
  13. Asy’ariyah, Maturidiah, Kullabiyah (Membatasi sifat sifat Allah dengan bilangan tertentu, misal dua puluh (Wujud, Qidam, Baqa’ dan seterusnya))
  14. Liberal (Berpendapat bahwa semua agama memiliki surga masing-masing. Berpendapat Islam bukanlah satu satunya agama yang benar. Menyamakan antara Islam dengan agama yang lain)
  15. Hizbut Tahrir (cenderung mirip dengan khawarij namun tidak terlalu ekstrim)
  16. Aliran-aliran Islam Yang memiliki kesalahan dalam memahami Asma’ (Nama) dan Sifat Allah, dengan melakukan Tahrif (Mengubah), Ta’thil (Menolak), Takyif (Membagaimanakan), Tamtsil (Memisalkan/Menyerupakan).

Beberapa Golongan dan Aliran Islam yang hanya ada di Indonesia saja, termasuk pemikirannya yang sudah tecampur beberapa aliran di atas.

  1. Nadhlatul Ulama (Mengikuti sunnah bercampur pemahaman kullabiyah, sufi dan tradisi jawa serta hindu budha)
  2. Muhammadiyah (Mengikuti sunnah/manhaj salaf namun tidak secara menyeluruh)
  3. MTA (Mengikuti sunnah menurut pemahaman imam mereka dan berbaiat tunduk patuh pada imam)
  4. LDII (Mengikuti sunnah menurut pemahaman imam mereka dan berbaiat tunduk patuh pada imam)
  5. PKS (Mengikuti Ikhwanul Muslimin / Tarbiyah)
  6. Persis (Mengikuti manhaj salaf walaupun belum sempurna)
  7. Al Irsyad (Mengikuti Manhaj Salaf)
  8. Islam Kejawen (Menggabungkan ajaran islam dengan tradisi jawa)
Mari Berpikir Ilmiah Dalam Memahami Ajaran Islam

Setelah mengetahui berbagai jenis golongan dan aliran Islam maka untuk mengetahui mana aliran Islam yang benar perlu kita teliti secara ilmiah apakah ajaran aliran islam itu adalah ajaran yang benar-benar dibawa oleh Nabi Muhammad Shalalallahu alaihi wa sallam dan diikuti oleh para shahabat? Apa aliran islam tersebut keyakinannya sama dengan yang diikuti oleh imam 4 madzhab ahlus sunnah yaitu Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafii, Imam Ahmad Bin Hambal? Apa aliran islam tersebut keyakinannya sama dengan yang diikuti oleh para ahli hadits seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, At Tirmizi, An Nasai dan lainnya?

Jika kita dalam masalah sains saja harus selalu berpikir ilmiah, dengan logika jernih dan referensi lengkap yang terpercaya. Maka kenapa kita dalam masalah agama tidak demikian juga? Kenapa dalam masalah agama malah hanya ikut-ikutan masyarakat umum?Atau ada yang malah kenapa ikut-ikutan pemahaman barat?

Lalu Golongan Atau Aliran Islam Mana yang Benar??

Tidak usah bingung karena sebenarnya sudah tertanam di hati kita semua, bahwa islam yang benar adalah islam yang mengikuti Al Qur’an dan As Sunnah

Tapi Semua AliranIslam  Juga Mengaku Mengikuti Al Qur’an dan As Sunnah. Jadi Bagaimana Cara Mengetahui Apakah Aliran Islam Tersebut adalah Aliran Islam yang Benar?

Caranya adalah kita teliti dan pelajari jawaban atas pertanyaan berikut ini :

  1. Siapa yang merupakan panutan utama dalam beragama?
  2. Bagaimana cara aliran itu dalam memahami dan menafsirkan dalil Al Qur’an dan As Sunnah?
  3. Bagaimana sejarah dari munculnya aliran itu?
  4. Apakah prinsip dasar yang dipegang?
  5. Apakah tujuan akhir yang ingin dicapai?

Maka jika kita sudah melakukan itu semua, insyaAllah dengan mudah kita bisa mengetahui yang mana Islam yang benar.

Mengenal Manhaj Salafgolongan aliran islam, manhaj salaf

Manhaj salaf berpegang teguh pada Al Qur’an dan Al Hadits, yang dipahami dengan pemahaman Salafush Shalih (Shahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in). Manhaj artinya jalan atau prinsip, sedangkan salaf maksudnya generasi salafush shalih 3 generasi islam yang pertama. Tujuan manhaj salaf adalah menegakkan Tauhid dan ajaran islam sesuai Al Qur’an dan As Sunnah. Prinsip manhaj salaf adalah mengembalikan semua permasalahan pada dalil Al Qur’an dan As Sunnah. Sejarah manhaj salaf adalah sejarah Islam itu sendiri, karena manhaj salaf adalah nama lain dari ahlussunnah wal jamaah itu sendiri, yang dulu awalnya islam hanya ada ahlus sunnah dan syiah (melebihkan Ali Ibn Abi Thalib Radhiyallahu anhu dari Rasulullah Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam). Ajaran yang didakwahkan manhaj salaf selalu berdasar dalil ilmiah dari Al Qur’an dan As Sunnah, tidak membuat ajaran baru (bid’ah), tidak ada taklid buta pada kiai, ustadz ataupun imamnya, tidak memberontak pada pemerintah muslim dan mengkafirkan kaum muslimin, serta tidak pula mempertahankan tradisi yang bertentangan dengan ajaran islam.

Jika kita mempelajari sejarah islam akan kita dapatkan bahwa aqidah yang diikuti oleh para ahli hadits seperti Al Bukhari, Muslim, Tirmidzi, An Nasai, dan lainnya serta imam 4 Madzhab: Imam Abu Hanifah (Hanafi), Imam Malik (Maliki), Imam Syafii, dan Imam Ahmad ibn Hambal (Hambali), mereka semua mengikuti manhaj salaf yang ajarannya terus didakwahkan oleh ulama-ulama penerusnya, seperti Imam Nawawi, Ibnu Taimiyah, Ibnul jauzi, Ibnul Qoyyim, Syeikh Muhammad  Bin Abdul Wahab, lalu oleh Ulama kontemporer Timur Tengah seperti Syeikh Al Albani, Syeikh bin Baz, Syeikh Al Utsaimin, Syeikh Fauzan, Syeikh Muqbil, dan lainnya, hingga sampai ke indonesia, didakwahkan oleh para ustadz, seperti

  1. Ustadz Abdullah Hadrami di Malang (Murid Syeikh Utsaimin Unaizah, Arab Saudi. Pendiri Radio Dakwah Islamiyah di Malang) [www.kajianislam.net]
  2. Ustadz Aris Munandar M.Si, di Yogyakarta (Pengajar Pondok Hamalatul Qur’an) [www.ustadzaris.com]
  3. Ustadz Abduh Tuasikal M.Sc, di Yogyakarta (S2 di KSU Arab Saudi. Pimpinan pondok darush shalihin, Gunung Kidul Yogyakarta) [www.rumaysho.com]
  4. Ustadz Firanda Andirja Lc., MA., di Jakarta (S3 Aqidah di Universitas Islam Madinah. Pengajar tetap di Masjid Nabawi. Dosen di SDIT Jember) [www.firanda.com]
  5. Ustadz Abdullah Zaen Lc.,MA., di Purbalingga Jawa Barat (Cumlaude S2 Aqidah di Universitas Islam Madinah) [www.tunasilmu.com’]
  6. Ustadz DR. Erwandi Tarmizi MA., di Pekanbaru (S3 Ushul Fiqh Universitas Islam Al Imam Muhammad bin Saud. Penulis buku best seller Harta Haram Muamalat Kontemporer) [http://erwanditarmizi.com]

dan Ustadz-ustadz yang lain, yang dakwahnya tersebar di seluruh pelosok Indonesia dan seluruh negara di dunia. Manhaj/jalan yang lurus ini kiranya akan berlanjut didakwahkan ajarannya hingga sampai hari kiamat

Allah Menjaga dan Menjamin Kesucian Kota Makkah dan Madinah

Islam itu berasal dari tanah Arab, Makkah dan Madinah, dan Allah telah menjamin akan menjaga kota kesucian kota Makkah dan Madinah sampai hari kiamat. Bahkan Dajjal pun tidak bisa memasukinya. Atas rahmat Allah pula dakwah Salaf pun tersebar dan mendominasi di Arab Saudi, utamanya di Kota Makkah dan Madinah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ رَبَّ هَٰذِهِ الْبَلْدَةِ الَّذِي حَرَّمَهَا وَلَهُ كُلُّ شَيْءٍ ۖ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Makkah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri” [an Naml/27:91].

Dengan seizin Allah, Makkah akan tetap dalam perlindunganNya, dan menjadi negeri aman tenteram. Hal ini sebagai wujud Allah telah mengabulkan doa Nabi Ibrahim. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ الْأَصْنَامَ

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata : “Ya Rabb-ku, jadikanlah negeri ini (Mekkah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala”. [Ibrahim/14:35]

Aku akan keluar dan menelusuri muka bumi. Tidaklah aku membiarkan suatu daerah kecuali pasti aku singgahi dalam masa empat puluh malam selain Makkah dan Thoybah (Madinah Nabawiyyah). Kedua kota tersebut diharamkan bagiku. Tatkala aku ingin memasuki salah satu dari dua kota tersebut, malaikat menemuiku dan menghadangku dengan pedangnya yang mengkilap. Dan di setiap jalan bukit ada malaikat yang menjaganya.” (HR. Muslim no. 2942)

Apa Itu Salafi Wahabi?

Maka mengapa malah ada yang berkata dakwah salaf yang ajarannya sudah ada sejak zaman shahabat dan didakwahkan ulang oleh Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab di Makkah dan tanah Arab, lalu mayoritas penduduk Arab Saudi sudah mengikutinya. Lalu ada saja musuh dakwah yang benar ini yang seenaknya menyebutnya dengan sebutan AJARAN WAHABI. Menyebut dakwah yang disebarkan oleh para Ustadz Ilmiah Berpendidikan Tinggi lulusan Universitas Islam Madinah, Ummul Quro’ dan pondok di timur tengah lainnya dengan DAKWAH WAHABI dan ustadz tersebut mendapat label sebutan USTADZ WAHABI, juga menyebut negara arab sebagai NEGARA WAHABI. Ini adalah usaha musuh musuh Islam yang bertujuan untuk menakut-nakuti kaum muslimin agar tidak mau belajar memahami hakikat sebenarnya dari apakah yang dimaksud wahabi itu. Tidak mau mengkaji bagaimana isi dari kitab-kitab tulisan Muhammad Bin Abdul Wahab dan pemahaman yang beliau ajarkan dan sebarkan pada kaum muslimin. Sungguh beliau adalah seorang yang sangat berjasa pada perkembangan dakwah ahlus sunnah wal jamaah di jaman modern ini.

Jika anda membaca tuduhan semacam ini pada dakwah salaf maka JANGAN PERCAYA. Sungguh sebutan wahabi ini untuk mengaburkan kaum muslimin tentang mana ajaran yang benar dan sangat tidak Ilmiah.

Dakwah Salaf Bukanlah Dakwah Kelompok (Hizbi)

Karena dakwah manhaj salaf ini bukanlah dakwah suatu golongan yang mengajak untuk bergabung mengikuti suatu kelompok /organisasi (Hizbi). Dakwah salaf adalah dakwah Islam itu sendiri, mengajak mengikuti ajaran islam yang murni dibawa oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam. Dakwah salaf tidak memiliki suatu pimpinan imam tertentu yang harus berbaiat untuk bergabung, tidak ada cara mendaftar untuk bergabung, dan tidak bisa dikeluarkan dari keanggotaan oleh keputusan bersama anggota yang lain. Dakwah salaf ya dakwah ajaran islam itu sendiri, jika seorang manusia adalah seorang muslim, percaya dan mengikuti aturan islam dari Al-Qur’an dan Al Hadits, maka dia otomatis menjadi seorang ahlus sunnah wal jamaah, otomatis menjadi pengikut manhaj salaf atau biasa disebut SALAFI/SALAFIYAH, yang sering diselewengkan, dicoreng namanya menjadi WAHABI, serta dituduh dan dikatakan bahwa WAHABI itu haus darah kaum muslimin. Padahal tuduhan tersebut adalah untuk Khawarij.

Jika anda membaca tuduhan semacam ini pada dakwah salaf maka JANGAN PERCAYA. Para musuh-musuh islam melakukan demikian agar banyak manusia, banyak kaum muslimin yang takut dari mendengar namanya saja dan tidak mau mengenali bagaimana sebenarnya isi ajaran yang didakwahkan dari “WAHABI”itu.

Bahkan jika kita mau belajar sejarah islam kita akan menemukan bahwa ajaran islam yang dianut oleh para ulama terdahulu, imam Madzhab yang empat, yaitu Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafii, Imam Ahmad Bin Hambal adalah manhaj salaf. Begitu juga dengan para ahli hadits seperti Imam Al Bukhari, Imam Muslim, At Tirmizi, An Nasai, Syeikh Al Albani, dan yang lain semuanya mengikuti manhaj salaf.

Para Dai / Ustadz Ahlus Sunnah Wal Jamaah Bermanhaj Salaf

Dakwah salaf ini tersebar secara internasional, baik di Asia, Eropa, Amerika Serikat, Afrika, Asia dan Australia. Tersebar di seluruh pelosok dunia termasuk Indonesia didakwahkan oleh para da’i penyampai kebenaran. Para Ustadz baik lulusan timur tengah yang memiliki gelar Lc. (S1), M.A. (S2), dan DR. (S3), seperti Ust. DR. Erwandi Tarmizi, Ust.Firanda M.A, Ustadz Abdullah Taslim, M.A., Abdullah Zaen, Lc., MA, Ust.Zaid Susanto Lc, DR. Ali Musri Semjan Putra, M.A, Ustadz Abu Yahya Badrussalam, Lc, DR. Muhammad Arifin bin Badri, M.A, DR.Syafiq bin Riza Basalamah M.A., dan lainnya, juga para ustadz lulusan pondok salaf di Indonesia seperti Ustadz Aris Munandar M.Si juga lulusan dari universitas bermanhaj salaf di Indonesia, seperti SDIT Jember.

Berikut daftar ustadz bermanhaj salaf dan website ustadz tersebut:

https://rumaysho.com/600-situs-para-ustadz-rujukan-bertanya-tentang-islam.html

https://www.facebook.com/notes/abdul-wahid/riwayat-pendidikan-sebahagian-dai-ustadz-salafiyin-indonesia-/563920053634702/

bahkan para cendekiawan islam di Indonesia juga mengikuti manhaj salaf: https://muslimilmiah.com/2016/06/16/mahasiswa-dosen-cendikiawan-ilmuwan-dan-manhaj-salaf/

Penutup

Penulis ingin mengajak dan menyadarkan kaum muslimin untuk berpikir ilmiah dalam beragama Islam. Penulis ingin agar seluruh masyarakat, khususnya dari kalangan intelektual, para mahasiswa, dosen, ilmuwan, cendikiawan muslim lainnya untuk melek tentang dakwah ini dan mengikuti ajaran Al-Qur’an dan As Sunnah dengan pemahaman salafush shalih.

Muhammad Firdaus – Yogyakarta, 20 Juni 2016

Artikel Rujukan

 

Share
6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *